Senin, 23 Mei 2011

Tugas Drama

Tugas Drama ? ya, pelajaran seni budaya gue dapet tugas disuruh buat naskah drama yang nantinya kalo sempat waktunya akan dipentaskan. Weww.. semoga aja engga. Males gila gue apalagi peran gue jadi Guru dalem dramanya ini.
Kelompok drama gue 6 orang + narator. Kemaren sih 5 orang aja tapi ada tambahan 1 orang yaudah deh masukin aja kita jadiin narator hehe.
Temanya tentang anak sekolah gitu deh. Abis kemaren buatnya aja dadakan. Trus yah biasa kalo kerja kelompok pasti banyak maennnya daripada ngerjain. Jadi gini dah hasilnya. Lumayannn...

Teeet..Teet… Jam menunjukan pukul 07.30 dan bel sejolah pun berbunyi. Semua murid bergegas masuk ke dalam kelas mereka masing-masing. Sampai di kelas setelah murid-murid duduk rapi guru pun mulai mengabsen murid satu per satu.

Guru : “Ya anak-anak saya akan mulai mengabsen.”
Murid-murid : (serentak) “iya ibu….”

Namun lagi-lagi ada orang anak yang selalu terlambat setiap harinya, mereka adalah Nico, Pras, dan Rein.

Guru : “Nico…?”
Taufik : “Belum datang bu.”
Guru : “Pras…?”
Taufik : “Belum datang bu.”
Guru : “Rein…?”
Taufik : “Belum datang juga bu.”

Tiba-tiba 3 anak itu datang dan masuk ke dalam kelas dengan santainya.

Guru : “Nak, sini dulu. Kalian tau ini jam berapa ?”
Nico : “Tau lah bu, ini kan jam 8. Mas ibu gak tau.”
Guru : “Ya anak TK juga sudah tau kalau sekarang jam 8. Maksud ibu kalian tau bahwa kalian sudah terlambat.”
Pras : “Iya bu saya tau kalau saya terlambat.”
Rein : “Iya bu saya juga tau.”
Guru : “Nah kalau kalian tau kenapa kalian langsung duduk begitu saja ?”
Rein : “Ya maaf bu…”
Pras : “Saya khilaf bu.”
Nico : “Jadi sekarang saya dan teman-teman boleh duduk gak bu ?”
Guru : “Yasudah kalian duduk sana. Tapi ingat ya jangan kalian ulangi lagi.”
Nico : “Oce bu…”
Pras : “Yoyoy…”
Rein : “Okeoke…”

Mereka pun akhirnya diperbolehkan mengikuti pelajaran. Namun, ditengah jam pelajaran lagi-lagi mereka berbuat ulah. Mereka mengganggu salah satu temannya.

Pras : “Hei Taufik, sedang apa kau ?”
Taufik : “aku sedang belajar.” (gugup)
Rein : “Belajar ? Mendingan ikut kita aja ?”
Taufik : “Kemana ?”
Nico : “Ya bolos lah.. Apalagi coba.”
Pras : “Ayolah….” (dengan memaksa)
Rein : “Ayo sudah kita mau senang-senangdaripada belajar sama tuti similikiti. Haha…”
Taufik : “Ngga mau ah, aku masih mau belajar kok. Kalian aja sendiri.”

3 anak ini pun emosi karena Taufik tidak mau diajak ikut dengan mereka. Lalu mereka pun mencoba mengancam.

Rein : “Oh, jadi kamu gak mau ikut kita ? Okeh, liat aja ntar pulangan sekolah ! (nada mengancam)
Taufik : “Awas kalian ya, aku aduin ntar ! (kesal)
Pras : “Aduin aja, emang kita takut. Hahaha…”
Nico : “Ayo sudah kita pergi aja”
Rein : “Awas Lo nanti !”

Mereka pun pergi meninggalkan kelas dan bolos pelajaran. Namun sesaat setelah itu Guru pun datang ke kelas.

Taufik : “Ibu… Saya tadi diancam sama 3 anak badung itu bu”
Guru : “Siapa ? Siapa ?”
Taufik : “Itu bu yang sering terlambat.”
Guru : “Oh anak itu lagi. Lalu kemana mereka sekarang ?”
Taufik : “Gak tau bu, palingan mereka bolos ke basecamp”
Guru : “Apa ? Ngapain mereka kesana ?”
Taufik : “Biasa sih mereka nongkrong-nongkrong bu sambil merokok.”
Guru : “Oh tunggu sebentar…”

Guru pun kesal dan mendatangi 3 anak itu ke basecamp.

Rein : (dari kejauhan) “Eh.. eh coba liat itu siapa yang datang kesini ?”
Pras : “Bah guru, kok dia tau ita disini ya” (bingung)
Nico : “Mana.. mana ?”
Pras : “Itu nah dia kesini tau. Cepat buang rokokmu !”

Guru pun tiba di hadapan 3 murid badung yang selalu berbuat ulah.

Guru : “Ngapain kalian disini ? Tadi kalian mengancam Taufik ya ?”
Pras : “Ngga kok bu.” (kesal)
Guru : “Ngga ngga. Ayo ikut ibu sekarang !”

Mereka pun dibawa ke kantor guru.

Guru : “Ibu heran, kalian ini selalu saja berbuat ulah.”
Nico : “Iyadong bu. Itu kan hobi kita” (sambil tertawa)
Guru : “Ngelawan ya ! Sekarang kalian bertiga saya hukum !”
Pras : “Tapi bu…”
Guru : “Gak ada tapi tapian. Sekarang kalian cari es batu dan cat es batu itu !”
Rein : “Hah ? emang bias bu ?”
Guru : “Harus bisa ! Cepat kerjakan sekarang”
Nico : “Yaudalah…” (pasrah)

Mereka pun mendapat akibat karena ulahnya sendiri. Dan mereka pun mendapat hukuman dari Guru. Namun mereka kebingungan dengan hukuman yang diberi guru. Mereka berulang kali mencoba mengecat es batu namun taj juga berhasil.

Pras : “Gila ya, sejak kapan es batu bisa di cat. Haha…”
Nico : “Iya, berarti ini kerja sia-sia dong.”

Namun tiba-tiba guru pun datang melihat anak 3 itu menjalankan hukumannya.

Guru : “Gimana ? Bisa ?”
Rein : “Ngga bu.”
Guru : “Nah kan kalian gak bisa. Begitu juga dengan perilaku kalian seperti es batu yang tak bisa di cat. Maka dari itu sekarang ubahlah perilaku kalian.”
Pras, Nico, Rein : (serentak) “Iya ibu…”

Akhirnya setelah diberi pelajaran 3 anak ini pun berubah menjadi baik.


Hehehe.. sekian deh ceritanya.

0 komentar:

Poskan Komentar